www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,23 Februari 2026-Satuan Reserse Kriminal Polres Probolinggo kembali mengamankan dua orang yang terlibat dalam kasus pencurian tujuh koper milik rombongan wisatawan asing asal Thailand.
Sebelumnya, satu pelaku lain lebih dulu ditangkap.
Pelaku pertama berinisial RH, warga Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (21/2/2026) sekitar pukul 16:00 WIB di rumahnya.
Setelah itu petugas membawa pelaku ke Mapolres Probolinggo untuk interogasi. Dari hasil introgasi itulah diketahui adanya keterlibatan pelaku lain.
Sehingga berbekal keterangan itu, langsung dikembangkan oleh penyidik.
Identitas Tersangka
Polisi kemudian memastikan bahwa tersangka adalah pemilik rumah di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo.
“Rumah pelaku ini yang sebelumnya sempat digerebek oleh tim buser tak lama setelah laporan kehilangan mencuat.
Tapi hasil penggerebekan tidak ditemui koper milik wisatawan atau korban,” terang Alvi.
Tersangka ini, lanjut Alvi, ditangkap di kediamannya, setelah aparat berhasil mengumpulkan beberapa barang bukti yang cukup kuat. Salah satunya sinyal GPS yang berhenti di rumahnya.
“Selain itu juga adanya pengakuan dari istri pelaku yang bernama Edi yang mengatakan memang ada penurunan koper pada hari itu,” ujar Alvi.
Pengembangan dari Pelaku Pertama
Dari pengembangan itulah Tim Satreskrim Polres Probolinggo dan Polsek Sukapura meringkus dua pelaku lain yakni pria berinisial ED dan istriya di rumahnya di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedupok, Kota Probolinggo.
“Betul, sudah kami amankan para pelaku yang mencuri tujuh koper milik wisatawan asing asal Thailand. Pemeriksaan dan pengembangan terlebih dahulu dilakukan agar tim bisa mengungkap kasus ini secara tuntas,” kata Kapolres Probolinggo AKBP M Wahyudin Latif, Senin (23/2/2026).
Dalam waktu dekat, lanjut AKBP Latif, pihaknya akan menggelar konferensi pers, tepatnya pada Selasa mendatang setelah seluruh proses pemeriksaan dan pengembangan selesai dilakukan.
“Kalau sudah semua clear, hari Selasa akan kita press rilis. Karena saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif dan mendalami kemungkinan adanya pelaku lain dan menelusuri keberadaan barang bukti yang dicuri,” pungkasnya.
Kronologi Kejadian
Rombongan wisatawan mancanegara asal Negara Thailand mengalami perbuatan tidak menyenangkan saat berkunjung ke wisata Gunung Bromo, pada Minggu (15/2/2026).
Sebab, sebanyak tujuh koper berisi barang berharga digasak pencuri saat kendaraan rombongan turis itu diparkir di pendopo Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo.
Mengingat, barang berharga yang berada di dalam salah satu koper di antaranya, kamera, tablet, iPhone, pakaian, serta barang pribadi lainnya.
Nilai kerugian diperkirakan puluhan juta rupiah.
Ketika rombongan diantar menggunakan minibus Toyota Hiace. Seluruh koper mulanya disimpan di dalam kendaraan yang diparkir. Sopir dan wisatawan lalu turun sejenak, sementara mobil dalam kondisi terkunci.
Namun saat kembali, ada kejanggalan didapati sopir maupun para wisatawan asing itu.
Pintu mobil yang sebelumnya terkunci terasa sulit dibuka. Padahal sebelumnya tidak ada kendala apapun.
“Saat dibuka, kondisi di dalam sudah berantakan. Koper yang semula tersusun rapi sudah acak-acakan. Setelah dicek, tujuh koper hilang,” kata Agen Travel rombongan, Jhonni.
Setelah mendapati sebanyak 7 koper hilang, lanjut Jhonni, para turis sempat panik dan bahkan sempat menuding pihak travel sebagai pelaku karena tidak ada tanda kerusakan mencolok di kendaraan.
Sinyal GPS Hilang, Polisi Lakukan Penggeledahan
“Selang beberapa waktu, situasi baru berubah setelah salah satu koper terlacak melalui GPS yang mana titik terakhir terdeteksi di Jalan Bogowonto, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo,” terang Jonni.
Berbekal sinyal tersebut, menurut Jhonni, dirinya dan rombongan langsung menuju lokasi GPS.
Namun setiba di lokasi, tidak berani bertindak langsung sehingga meminta bantuan polisi.
“Puluhan anggota buser dari Polres Probolinggo turun ke lokasi dan melakukan penggeledahan di salah satu rumah warga yang dicurigai. Tapi koper tidak ketemu dan sinyal GPS hilang,” ungkapnya.
“Bahkan salah satu koper yang hilang berisi paspor. Sehingga karena kondisi seperti ini membuat kami bergegas membuat laporan kehilangan di Mapolres untuk mengurus dokumen kepulangan ke Thailand,” pungkasnya.

