Sambut Libur Nyepi dan Lebaran, 4 Jalur Keluar Masuk Kota Malang Jadi Perhatian

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,12 Maret 2026-Akses keluar masuk kendaraan menuju Kota Malang menjadi perhatian Polresta Malang Kota pada momen libur panjang mendekati Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Ada empat titik utama jalur keluar masuk kendaraan menunju Kota Malang yang menjadi perhatian serius dari kepolisian.

Dari sisi utara, berada di jalur Karanglo. Sisi timur di pintu Tol Madyopuro, sisi Barat di Landungsari dan sisi selatan ada di daerah Kacuk.

Kapolresta Malang Kota Kombes Pol Putu Kholis Aryana menyampaikan, bahwa kesiapan akan berfokus pada libur panjang hari raya.

Mengingat Malang Raya merupakan daerah wisata, maka diprediksi akan banyak sirkulasi kendaraan yang akan masuk menuju Kota Malang.

“Seperti penekanan yang disampaikan oleh Kapolri, Gubernur Jawa Timur, Wali Kota Malang dan Kapolda Jatim, Malang Raya ini adalah wisata dan belanja,”

“Artinya seluruh kesiapan kami akan berfokus pada masa libur hari raya,” ucap Putu pada Kamis (12/3/2026).

Ia mengatakan, setiap kendaraan yang masuk dan keluar dari titik-titik tersebut akan dipantau setiap jamnya.

Hal ini dilakukan, agar nantinya bisa dipelajari sebelumnya nantinya melakukan skema rekayasa lalu lintas.

Utamanya, untuk melihat titik-titik kepadatan arus lalu lintas di sejumlah kawasan yang menjadi akses pintu masuk menuju ke Kota Malang.

Polisi ingin memastikan kelancaran arus lalu lintas dan meminimalisir adanya penumpukan kendaraan di jalur-jalur yang menjadi pintu masuk dan keluar Kota Malang.

“Seperti di pintu Tol Madyopuro, nanti lonjakan kendaraan berapa kendaraan akan kami pelajari jam per jam untuk menangani baik di jalur dari Kabupaten Malang maupun di jalur Karanglo, Landungsari menuju Pendem, Termasuk yang dari selatan dari Blitar menuju Sukun,” ungkapnya.

Polisi juga telah menyiapkan sejumlah skema penanganan, apabila nanti terjadi penumpukan kendaraan di sejumlah jalur.

Utamanya pada jalur-jalur yang dinilai rawan seperti di pintu Tol Karanglo, maupun pintu Tol Madyopuro.

Yakni dengan melakukan penutupan jalan atau menerapkan skema satu jalur (one way).

Namun dalam penerapannya nanti menurut Putu harus sesuai dengan kesepakatan stakeholder di tiga wilayah yang ada di Malang Raya.

“Kami lihat lonjakannya kami hitung jam per jam. Seandainya di karanglo penuh. Bisa kami Arahkan ke Pintu Tol Pakis atau Madyopuro,”

“Namun jika dialihkan ke Madyopuro, nanti juga kami atur skemanya seperti apa. Bentuk pengalihan arus apakah nanti ada penutupan sementara atau pembuatan skema satu arah,”

“Nah itu semua harus atas kesepakatan stakeholder Malang Raya dan tidak bisa diputuskan oleh satu kota kabupaten sendiri,” ujarnya.

Tak hanya itu, seperti biasanya di saat momen libur panjang ini juga ada pos yang akan didirikan di sejumlah titik di Kota Malang.

Saat ini, proses pendirian pos tersebut sudah mulai didirikan.

Total ada delapan pos yang terdiri dari satu pos pelayanan, tiga pos pengamanan dan empat pos pemantauan.

Pos-pos tersebut akan didirikan di dekat pintu Tol Madyopuro, Karanglo, Landungsari dan Kacuk.

Serta juga ada di beberapa titik di pusat Kota Malang seperti di kawasan Jalan Soekarno Hatta, Jalan Ijen dan Stasiun Kota Baru Malang.

“Pos-pos ini yang akan berfungsi dalam memberikan pelayanan, pengamanan serta pemantauan saat libur panjang berlangsung,” tandasnya.

Sebelumnya, rakor kesiapan libur panjang ini pun telah dibahas sebelumnya oleh Forkopimda Kota Malang, guna menjaga keamanan, ketertiban dan kelancaran masyarakat pada Senin (9/3/2026) kemarin.

Rakor tersebut membahas terkait dengan arus mudik dan arus balik lebaran, rekayasa lalu lintas, pengamanan hingga stok kebutuhan bahan pokok selama lebaran.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai