Pemancing Hanyut di Perairan Senggrong Muncar, Tim SAR Banyuwangi Sisir Pantai Selatan

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,20 Juli 2026-Cuaca ekstrem dan gelombang tinggi memicu rentetan petaka di jalur laut selatan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Hanya dalam kurun waktu satu hari, dua insiden kecelakaan laut (laka laut) dilaporkan terjadi berturut-turut yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan hilangnya sejumlah nelayan serta pemancing.

Tragedi pertama menimpa seorang pemancing paruh baya bernama Hambali (56), warga Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro. Korban dilaporkan hilang tergulung ombak di perairan wilayah Senggrong, Kecamatan Muncar, Banyuwangi pada Senin (20/7/2026) dini hari.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menjelaskan kronologi bermula saat Hambali bersama seorang rekannya berangkat melaut secara terpisah menggunakan perahu masing-masing sekitar pukul 01.00 WIB.

“Nahas, saat tiba di lokasi perairan Senggrong, perahu yang dinaiki korban diterjang gelombang tinggi hingga terbalik. Korban langsung terlempar dan hanyut terbawa arus kuat,” kata I Made Oka Astawa saat dikonfirmasi, Senin sore.

Rekan korban yang berada di perahu lain sempat memutar haluan dan mengitari titik lokasi musibah demi memberikan pertolongan.

Namun, pekatnya malam dan besarnya ombak membuat usahanya nihil. Ia kemudian bergegas kembali ke daratan untuk melaporkan kejadian tersebut ke Pos SAR Banyuwangi.

Tragedi Perahu ‘Inovasi’ di Grajagan: Mesin Mati, Dua Nelayan Tewas

Belum sempat penanganan laka laut di Muncar tuntas, gelombang laut selatan kembali memakan korban beberapa jam kemudian.

Sebuah perahu nelayan tangkap ikan jenis jurek bernama lambung “Inovasi” terbalik dan karam di perairan Pelawangan Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, sekitar pukul 04.00 WIB.

Kapal yang membawa total 33 orang (1 nahkoda dan 32 ABK) tersebut sedang dalam perjalanan pulang menuju daratan setelah mencari ikan. Namun saat mendekati area pelawangan, perahu kehilangan kendali akibat terombang-ambing arus silang.

“Berdasarkan saksi di lapangan, hantaman gelombang kedua yang jauh lebih besar membuat mesin kapal mendadak mati total. Kapal langsung terbalik dan melemparkan seluruh ABK ke laut,” ungkap Kapolsek Purwoharjo, Iptu Agus Suhartono.

Dalam situasi mencekam tersebut, para nelayan berjuang menyelamatkan diri dengan berenang menggunakan alat bantu seadanya, mulai dari jeriken hingga galon air kosong. Sebanyak 29 orang berhasil menyelamatkan diri hingga ke pesisir pantai.

Nahas, dua ABK ditemukan dalam kondisi meninggal dunia karena tenggelam, yakni Purnomo (60) warga Kecamatan Tegaldimo dan Junairi (46) warga Kecamatan Cluring. Sementara dua nelayan muda, Pendik (34) dan Lukman (25) asal Desa Tegalsari, dilaporkan hilang tertelan ombak Pelawangan.

Tim SAR Gabungan Sisir Pantai Selatan

Hingga Senin sore, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bersama Polairud, TNI AL, dan relawan nelayan lokal terus membagi tim untuk melakukan penyisiran di dua titik wilayah perairan, baik di sektor Muncar maupun Grajagan.

Oka Astawa menambahkan, operasi pencarian korban hilang (Hambali, Pendik, dan Lukman) akan disesuaikan secara dinamis dengan memantau pergerakan arah angin serta karakteristik ombak demi keselamatan tim di lapangan.

“Kami mengimbau dengan sangat kepada seluruh masyarakat pesisir, khususnya para nelayan tradisional, agar selalu waspada, memantau prakiraan cuaca BMKG, dan mengutamakan penggunaan pelampung sebelum memutuskan beraktivitas di tengah laut,” pungkasnya tegas.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai