Pamit Main Bola, Bocah SD Surabaya Tak Pulang Selamanya karena Tenggelam, Ibu Menangis Sesenggukan

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,10 Maret 2026-Novi, ibunda bocah kelas 3 SD berinisial IR (10) yang dikabarkan tewas tenggelam di waduk tepat belakang Kantor Kelurahan Sambikerep, Kota Surabaya, pada Selasa (10/3/2026) siang, tak berhenti menangis, setibanya di gerbang pintu masuk menuju waduk.

Raut wajahnya memerah dan air mata terus mengalir dari kelopak mata hingga membasahi pipinya, saat dipeluk untuk ditenangkan oleh beberapa orang tetangganya.

IR merupakan anak semata wayang Novi. Ia terpukul mendapati kabar bahwa anaknya tenggelam dalam waduk tersebut. Novi berkeinginan mendatangi langsung lokasi kejadian.

Namun, ia dihalangi oleh para tetangga karena jalanan setapak menuju lokasi tersebut dalam kondis berlumpur becek dan tak memungkinkan untuk diakses walaupun dengan berjalan kaki.

Novi cuma bisa berdiri di depan pintu utama akses jalan menuju ke lokasi, seraya menelepon sang suami untuk mengabarkan nasib sang anak yang telah tiada.

Lokasi waduk tersebut berada di belakang sisi timur Gedung Kantor Kelurahan Sambikerep. Cuma dibatasi oleh beberapa petak sawah.

Akhirnya, Novi ditenangkan oleh para tetangganya serta dibantu petugas BPBD Kota Surabaya untuk dibopong ke salah satu ruangan di Kantor Kelurahan Sambikerep.

Ternyata, saking terpukulnya, beberapa kali Novi dikabarkan pingsan tak kuat meratapi nasib sang anak.

Tetangganya Siti Majumah (40) mengatakan, Korban IR merupakan mantan murid PAUD di tempat dirinya mengajar dahulu.

Korban IR merupakan anak semata wayang dari Novi. Saat ini sedang duduk dibangku kelas tiga SDN 1 Sambikerep Surabaya.

“Dia anak tunggal, ibunya Bu Novi. Kelas 3 SD, 10 tahun, SDN 1 Sambikerep. Saya murid saya dulu saat PAUD,” ujarnya saat ditemui di lokasi.

Berdasarkan informasi yang diketahuinya, Siti Majumah menceritakan, Korban IR sempat berpamitan kepada ibundanya hendak bermain sepak bola di halaman sekolahan SDN 1 Sambikerep.

Lantaran pagar sekolahan tersebut dalam kondisi dikunci. Korban IR bersama dua temannya memilih bermain di waduk sekaligus mencari katak.

“Dia pamit mau main sepakbola di sekolahan. Berhubung ditutup akhirnya ke sini nyari kodok,” ungkapnya.

Bukan cuma mencari di pinggiran waduk, Korban IR dikabarkan juga sempat berenang ke tengah waduh untuk mencari katak.

Lalu, tak lama kemudian, korban tiba-tiba tenggelam setelah kedua temannya melihat tangan korban berada di atas permukaan air.

Melihat Korban IR tenggelam, dua orang temannya lantas berlarian ke jalanan utama di dekat lokasi termasuk ke Kantor Kelurahan Sambikerep untuk meminta bantuan.

“Tadi siang jam 12-an, saat azan. Anaknya ke sini, saya ke sana. Sudah selesai diangkat. Dia cari kodok sama 2 temannya,” pungkas perempuan berkerudung kuning itu.

Sementara itu, Anggota Satpol PP Kantor Kelurahan Sambikerep Kota Surabaya, Aknan menceritakan dirinya baru menyadari adanya kejadian tersebut, saat dua orang teman korban ditemani beberapa orang petugas pembangunan proyek melaporkan kejadian anak tenggelam ke kantornya.

Waktu itu, mereka datang sekitar pukul 12.00 WIB, atau sesaat Azan Salat Zuhur berkumandang. Setelah memeriksa lokasi waduk tersebut, ia bergegas melapor ke petugas terkait melalui sambungan Call Center 112.

Tak lama kemudian beberapa tim rescue khusus  penyelam tiba ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap korban. Hingga akhirnya, sekitar pukul 13.05 WIB, tubuh korban berhasil ditemukan.

Lokasinya agak menjorok ke tengah, diperkirakan jaraknya sekitar tiga meter, dari bibir pinggiran waduk yang berada di belakang Kantor Kelurahan Sambikerep Kota Surabaya.

“Ya untuk untuk penyelamatan ditemukan jenazah kurang lebih pukul 13.05 WIB. Kira-kira di tengah-tengah danau, Untuk jaraknya itu dari tengah dari bibir saya itu di tengah-tengah. 3 meteran. Jenazah dibawa ke RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH),” ujarnya saat ditemui  di lokasi.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai