Kesaksian Penumpang Bus Sugeng Rahayu yang Tercebur ke Sungai di Nganjuk: “Rasanya Seperti Dikopyok”

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,4 Juli 2026-Kecelakaan yang melibatkan Bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk di Jalan Raya Bagor, Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur Sabtu (4/7/2026), meninggalkan pengalaman mencekam bagi para penumpang.

Mereka mengaku detik-detik sebelum bus tercebur ke sungai dipenuhi kepanikan setelah kendaraan melaju dalam kecepatan tinggi.

Sejumlah penumpang yang selamat mulai menceritakan kondisi di dalam bus sesaat sebelum kecelakaan terjadi. Mereka menggambarkan benturan yang keras hingga tubuh para penumpang terpental ke berbagai arah ketika bus masuk ke sungai.

Salah satu penumpang, Nurul (32), mengaku menaiki Bus Sugeng Rahayu dari Surabaya menuju Kabupaten Madiun bersama putrinya yang masih berusia lima tahun. Ia duduk tepat di belakang kursi pengemudi saat peristiwa itu terjadi.

Penumpang Sebut Bus Melaju Kencang

Nurul mengaku sepanjang perjalanan sopir mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi dan beberapa kali mendahului kendaraan lain.

“Tujuan saya ke Kabupaten Madiun. Saya duduk tepat di belakang sopir bus. Anak saya, saya pangku,” katanya saat ditemui di Instalasi Gawat Darurat RSUD Nganjuk, Sabtu (4/7/2026).
Ia menuturkan, selama perjalanan bus beberapa kali menyalip kendaraan dari sisi kanan.

“Bus ngebut atau ngeblong sejak dari Surabaya. Seperti tidak mau mengalah. Tidak mau kalau ada kendaraan lewat di samping atau menyalipnya,” ujar Nurul.

Diduga Menghindari Truk dari Arah Berlawanan

Menurut Nurul, sesaat sebelum kecelakaan terjadi, bus kembali mencoba mendahului kendaraan lain di Jalan Raya Bagor yang saat itu dalam kondisi ramai dan berada di jalur yang sedikit menikung.

Dari arah berlawanan muncul sebuah truk sehingga pengemudi diduga berusaha menghindari tabrakan dengan membanting setir ke kiri hingga bus menabrak pembatas jalan dan tercebur ke sungai.

“Bus tersebut berupaya menerobos dari arah kanan. Dari arah berlawanan ada truk. Karena tidak nutut bus banting ke kiri, lalu menabrak pembatas dan nyebur ke sungai. Penumpang langsung teriak-teriak,” terangnya.
Akibat kejadian tersebut, Nurul mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Sementara putrinya selamat tanpa mengalami luka.

“Saya cuma luka ringan, luka lecet. Anak saya aman,” ucapnya.

Penumpang Terpental Saat Bus Masuk Sungai

Kesaksian serupa disampaikan penumpang lainnya, Totok (53), yang bepergian dari Surabaya menuju Kabupaten Ngawi bersama istri dan anaknya yang masih berusia lima tahun.

Totok mengatakan bus sempat bersenggolan dengan truk sebelum akhirnya kehilangan kendali dan masuk ke sungai.

Menurutnya, benturan yang terjadi membuat seluruh penumpang di dalam bus terpental.

“Rasanya di dalam bus kayak dikopyok atau diguncang-guncang. Saat nyebur ke sungai penumpang terpelanting, ada yang di bawah kursi sampai atap bus. Saya dan keluarga menderita luka,” urainya.

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kecelakaan

Hingga Sabtu sore, Satlantas Polres Nganjuk masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Petugas melakukan evakuasi kendaraan yang terlibat kecelakaan, olah tempat kejadian perkara (TKP), serta meminta keterangan sejumlah saksi.

Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi juga diatur agar tidak terjadi kemacetan selama proses evakuasi berlangsung.

Kecelakaan lalu lintas melibatkan bus Sugeng Rahayu dan sebuah truk terjadi di Jalan Raya Bagor, tepatnya di Desa Paron, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (4/7/2026) siang.

Benturan keras mengakibatkan bus keluar dari badan jalan hingga tercebur ke sungai di sisi jalan.

Peristiwa tersebut mengundang perhatian warga sekitar yang langsung berupaya memberikan pertolongan kepada para penumpang.

Evakuasi dilakukan secara spontan sebelum seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

Warga Mendengar Benturan Keras

Seorang warga Desa Paron, Sumarsono (45), mengaku mendengar suara benturan keras saat berada di dalam rumah. Karena lokasi rumahnya hanya sekitar 15 meter dari titik kecelakaan, ia langsung keluar untuk mencari sumber suara tersebut.

“Saat itu saya sedang mandi. Bersamaan saya mendengar suara benturan begitu kencang. Saya buru-buru menuntaskan mandi lalu keluar rumah untuk menelusuri sumber suara benturan,” katanya
Sesampainya di lokasi, Sumarsono melihat bus Sugeng Rahayu sudah berada di dalam sungai, sedangkan truk masih berada di badan jalan.

Menurutnya, kedua kendaraan melaju dari arah yang berlawanan. Bus melintas dari arah timur menuju barat, sementara truk melaju dari arah barat menuju timur.

“Saya tahunya bus sudah tercebur ke sungai. Terkait kronologinya, saya tak tahu pasti. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 12.30 WIB,” ucapnya.

Warga Pecahkan Kaca Bus untuk Evakuasi Penumpang

Warga lainnya, Agus Wibowo (52), mengatakan bus Sugeng Rahayu saat itu membawa sejumlah penumpang. Namun, ia belum mengetahui jumlah pasti penumpang yang berada di dalam bus ketika kecelakaan terjadi.

Menurut Agus, warga sekitar segera memberikan pertolongan dengan memecahkan kaca bus agar proses evakuasi penumpang dapat dilakukan lebih cepat.

“Para warga bahu-membahu menyelamatkan penumpang dari dalam bus. Kaca bus dipecah. Satu-persatu penumpang dikeluarkan. Saat ini, para penumpang sudah dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai