Kabel PLN Putus Tersangkut Truk Angkut Ekskavator di Tulungagung, 500 Pelanggan Mati Listrik

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,6 April 2026-Truk pengangkut alat berat jenis ekskavator amfibi tersangkut kabel listrik PLN dan menyebabkan putus jaringan, pada Senin (6/4/2026) di Jalan Soekarno-Hatta, Tulungagung, sekitar pukul 15.00 WIB.

Kejadian ini menyebabkan sekitar 500 pelanggan mengalami pemadaman listril, terutama di Desa Balerejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Sebelumnya ekskavator ini dibawa dari Sungai Ngrowo Kelurahan Sembung, Kecamatan Tulungagung hendak ke Dam Bendo di Kabupaten Trenggalek.

“Ekskavator ini biasa dipakai untuk mengeruk sedimen sungai. Setelah dari Sungai Ngrowo, rencananya mau mengeruk Dam Bendo di Trenggalek,” jelas Kapolsek Kalangbret, Iptu Sugeng Haryono.

Ekskavator milik Perum Jasa Tirta ini diangkut dengan truk trailer  N 8857 BE yang dikemudikan MU (45), asal Kepanjen, Kabupaten Malang.

Saat melintas di simpang empat Putra Jaya Kauman, bagian atas alat berat ini tersangkut kabel yang melintang ke arah Desa Balerejo.

Kabel ini seketika putus dan terseret sekitar 200 meter.

“Ketinggian alat berat saat di atas truk pengangkut ini terlalu tinggi, sehingga mengenai kabel listrik. Sementara di atas alat berat ini tidak ada pengamannya,” tambah Sugeng.

Saat kejadian, kondisi lalu lintas di jalan nasional ini cukup sepi sehingga tidak menyebabkan insiden.

Selain itu kabel langsung terputus di bagian sambungan yang ke tiang, sehingga tidak ada arus listrik ke kabel yang terseret.

Polsek Kalangbret menjembatani pihak PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tulungagung dengan pengemudi untuk mencari solusi terkait kejadian ini.

“Tidak ada korban dalam kejadian ini. Hanya bagaimana kabel listrik ini lekas disambung lagi,” katanya.

Sugeng meminta bagian atas alat berat ini dipasang lengkungan bambu sebagai pengaman.

Lengkungan bambu ini berfungsi layaknya perosotan, sehingga jika ada kabel tidak tersangkut, melainkan tergelincir di atasnya.

Setelah selesai memasang pengaman, truk trailer pengangkut ekskavator amfibi ini melanjutkan perjalanan.

Sementara  Manajer PLN ULP Tulungagung, Dhodhit Hari Seputro, mengatakan kabel yang putus merupakan jaringan tegangan rendah.

Ada 2 gardu yang mengalirkan listrik untuk 500 pelanggan mengalami pemadaman.

Proses pemulihan jaringan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 3 jam.

Menurutnya ada 8 titik sambungan mengalami kerusakan dan terputus yang harus dipulihkan.

“Kami juga melihat kondisi kabel lebih dulu, jika ada kerusakan harus diganti. Kalau tidak rusak kami gunakan kembali,” jelasnya

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai