Jasa Penukaran Uang Baru Menjamur di Alun-Alun Merdeka Malang, Pelapak Klaim Aman dari Uang Palsu

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,8 Maret 2026-Pelapak uang baru mulai memadati kawasan kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang jelang Hari Raya Idulfitri 2026.

Para pelapak uang baru ini mulai menjamur untuk melayani kebutuhan warga menyambut Lebaran Idulfitri 2026.

Tiap harinya bahkan ada yang menyetok pecahan uang baru hingga Rp 60 juta.

Minggu (8/3/2026) pecahan uang baru yang dijajakan yakni mulai dari Rp 1000 ribu hingga Rp 20 ribu.

Salah satu penyedia jasa pecahan uang baru yakni Faruq mengaku sudah menggelar lapaknya sejak hari pertama puasa.

Pedagang Mulai Berjualan Sejak Awal Ramadan

“Tiap tahun jualan di sini (Alun-alun Merdeka). Mulai hari pertama puasa sudah mulai buka,” ujar Faruq.

Terkait biaya jasa, Faruq mematok tarif sebesar 10 persen dari total uang yang ditukarkan.

Tarif Jasa Penukaran 10 Persen

Artinya, untuk setiap penukaran Rp 100 ribu, warga dikenakan biaya jasa Rp 10 ribu.

“Kalau tukar Rp 1 juta, jasanya Rp 100 ribu. Tarifnya 10 persen,” jelasnya.

Faruq merasakan adanya perbedaan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia menyebut omzet hariannya saat ini belum sekencang tahun lalu.

Omzet Belum Setinggi Tahun Lalu

Tahun 2025, omzet harian bisa menembus angka Rp 10 juta hingga Rp 15 juta.

Saat ini rata-rata uang yang keluar baru di angka Rp 6 juta sampai Rp 7 juta per hari.

Meski menurun, Faruq optimistis permintaan akan melonjak tajam saat mendekati lebaran.

Ia bahkan menyiapkan modal hingga Rp 60 juta untuk melayani perputaran uang selama musim penukaran ini.

Untuk mengantisipasi kekhawatiran masyarakat soal uang palsu, Faruq memberikan garansi penuh.

Ia mempersilakan warga untuk menghitung dan mengecek keaslian setiap lembar uang di tempat.

“Selama saya jualan, belum pernah ada uang palsu atau uang mainan. Silakan cek sendiri satu-satu di sini,” tegas pria asal Malang itu.

Tak hanya soal keaslian, ia juga menjamin ketepatan jumlah uang dalam bendelan yang dijualnya.

Jika ada kekeliruan hitung, ia siap bertanggung jawab sepenuhnya.

“Kalau ada keluhan, misalnya kurang Rp 5 ribu saja, silakan kembali ke sini. Kami di sini setiap hari sampai malam takbiran,” pungkasnya.

Tradisi menukarkan uang lama dengan uang baru atau uang lebaran sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Idul fitri di Indonesia.

Para warga nantinya akan membagikan pecahan uang baru tersebut untuk sanak saudara saat lebaran Idul Fitri.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai