Tumpahan Cairan Diduga Zat Kimia Bikin Jalan Licin dan Berasap di JLU Barat Lamongan

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,24 Agustus 2026-Pengguna jalan di kawasan pintu masuk Jalan Lingkar Utara (JLU) Barat Lamongan, Jawa Timur, sempat dibuat khawatir oleh tumpahan cairan yang diduga merupakan zat kimia, Senin (24/8/2026).

Cairan tersebut menimbulkan bau menyengat, mengeluarkan asap, hingga membuat permukaan jalan menjadi licin.

Kondisi itu berpotensi membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor maupun kendaraan lain yang melintas di kawasan tersebut.

Informasi mengenai tumpahan tersebut pertama kali disampaikan masyarakat melalui layanan Call Center 110 Polres Lamongan.

Mendapat laporan tersebut, jajaran Polres Lamongan langsung bergerak ke lokasi untuk memastikan kondisi sekaligus melakukan penanganan agar tumpahan tidak semakin membahayakan pengguna jalan.

Pamapta 2 IPDA Riyanto Edi bersama anggota Satlantas Polres Lamongan dan personel Polsek Lamongan Kota kemudian mendatangi lokasi kejadian.

Tumpahan Berbau Menyengat dan Keluarkan Asap

Setibanya di pintu masuk JLU Barat Lamongan, petugas mendapati adanya cairan yang tumpah di badan jalan.

Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, cairan tersebut diduga merupakan zat kimia. Petugas juga mendapati kondisi seperti yang dilaporkan masyarakat.

Tumpahan tersebut mengeluarkan bau yang cukup menyengat. Selain itu, cairan juga terlihat mengeluarkan asap.

Tidak hanya menimbulkan bau dan asap, cairan yang mengenai badan jalan juga membuat permukaan menjadi licin. Kondisi tersebut berpotensi memicu kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor, apabila tidak segera ditangani.

Melihat kondisi tersebut, polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran dan instansi terkait untuk melakukan pembersihan.

Polisi Datangkan Mobil Tangki untuk Bersihkan Jalan

Petugas bersama instansi terkait selanjutnya melakukan proses pembersihan terhadap badan jalan.

Sebuah mobil tangki didatangkan ke lokasi untuk membantu proses penanganan. Tumpahan yang diduga zat kimia tersebut dibersihkan menggunakan bahan pembersih.

Setelah itu, badan jalan disemprot menggunakan air untuk menghilangkan sisa-sisa cairan yang masih menempel di permukaan.

Proses pembersihan dilakukan secara menyeluruh. Petugas memastikan permukaan jalan tidak lagi licin dan tidak terdapat sisa cairan yang berpotensi membahayakan pengendara.

Setelah penanganan selesai, kondisi badan jalan kembali bersih. Bau menyengat yang sebelumnya muncul juga sudah tidak tercium.

Jalan kemudian dapat kembali dilalui pengguna kendaraan secara normal.

Polisi Apresiasi Respons Cepat Warga

Kasi Humas Polres Lamongan IPDA M. Hamzaid mengapresiasi masyarakat yang dengan cepat melaporkan kejadian tersebut melalui layanan Call Center 110.

Menurutnya, laporan masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam membantu kepolisian memberikan respons cepat terhadap berbagai kejadian di lapangan.

“Respons cepat ini merupakan bentuk komitmen Polres Lamongan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Hamzaid.

Ia mengatakan, masyarakat tidak perlu ragu menghubungi Call Center 110 ketika menemukan kejadian yang membutuhkan kehadiran maupun bantuan kepolisian.

Laporan yang masuk akan ditindaklanjuti petugas sesuai kondisi dan kebutuhan di lapangan.

“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan,” jelasnya.

Warga Diminta Jangan Sentuh Cairan Mencurigakan

Hamzaid juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati apabila menemukan tumpahan cairan yang diduga merupakan bahan kimia.

Terlebih apabila cairan tersebut memiliki ciri-ciri seperti mengeluarkan bau menyengat, asap, atau menyebabkan permukaan jalan menjadi licin.

Menurutnya, masyarakat sebaiknya tidak mengambil tindakan sendiri karena jenis dan karakteristik zat yang tumpah belum diketahui secara pasti.

Masyarakat diminta tidak mendekati lokasi tumpahan terlalu dekat. Warga juga diimbau tidak menyentuh ataupun mencoba membersihkan cairan tersebut secara mandiri.

Langkah yang paling tepat adalah segera menjauh dari lokasi apabila kondisi dinilai membahayakan dan melaporkannya kepada petugas.

Dengan demikian, petugas yang memiliki kewenangan dan peralatan sesuai dapat segera melakukan penanganan.

“Gunakan layanan Call Center 110 secara bijak untuk melaporkan kejadian yang membutuhkan bantuan kepolisian,” kata Hamzaid.

Ia menambahkan, informasi yang cepat dan akurat dari masyarakat sangat membantu petugas dalam memberikan respons dan penanganan secara cepat.

Peristiwa tumpahan cairan di pintu masuk JLU Barat Lamongan tersebut menjadi contoh pentingnya laporan masyarakat dalam mempercepat penanganan potensi bahaya di ruang publik.

Tumpahan yang sempat berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan akhirnya dapat segera dibersihkan setelah petugas kepolisian berkoordinasi dengan pihak terkait.

Polres Lamongan kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan bersama.

Apabila menemukan tumpahan cairan mencurigakan, kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kejadian lain yang membutuhkan kehadiran polisi, masyarakat dapat segera menyampaikan laporan melalui layanan Call Center 110.

Kecepatan masyarakat dalam memberikan informasi menjadi bagian penting agar petugas dapat segera hadir dan melakukan penanganan sebelum kondisi berkembang menjadi lebih berbahaya.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai