Aksi Damai Ribuan Guru Tidak Tetap di Ponorogo, Ada yang Gajinya Masih Rp250 Ribu Per Bulan

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,26 Mei 2026-Aksi damai ribuan Guru Tidak Tetap (GTT) Non Dapodik Ponorogo menguak berbagai fakta. Bagaimana mereka tetap sabar menunggu kran pendaftaran Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dibuka.

Diketahui Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo menutup kran dapodik dari tahun 2020.

Namun kesabaran mereka berakhir, hingga melakukan aksi damai.

Dari ribuan GTT Non Dapodik yang melakukan aksi ada yang telah 10 tahun mengabdi.

“Enam tahun, bahkan ada yang kemarin 2016 tetapi juga masih belum karena masih belum masuk Dapodik, akhirnya tetap ikut kita.  Berarti 10 tahun,” ungkap Ketua Forum GTT, Mahmud Danuri, Selasa (26/5/2026).

“Kalau berbicara gaji kami hanya dapat Rp 500 ribu per bulan paling banyak, ada yang cuma Rp 250 ribu per bulan. Gaji rata-rata di sekolah dasar itu 250 ribu rupiah,” papar Mahmud.

Mahmud menjelaskan kebijakan Dapodik adalah kebijakan pemerintah daerah. Di Kabupaten Ponorogo telah ditutup tahun 2020 lalu.

“Dapodik 2020 ditutup, padahal kabupaten lain itu 2024 juga masih bisa. Dibuka saja kami minta. Karena biar kami bisa mendapatkan fasilitas dari negara,” katanya:

Dia menjelaskan Pemkab Ponorogo beralasan tentang anggaran pegawai di Kabupaten Ponorogo kan sudah 37 persen. Sementara maksimal 30 % .

“Makanya kami pun siap sebenarnya. Tidak ada insentif atau insentifnya yang kecil lah, tidak membebani. Itu kan itu kewenangan daerah, Mas,” tegasnya.

Salah satu GTT Non Dapodik Inam Wahyudi mengaku telah mengabdi dari 2016. Namun saat itu mengajar di Madrasah Tsanawiyah Negeri.

Kemudian 2020 pindah mengajar ke SDN. Namun sayang kran dapodik pun ditutup. “Pengennya juga masuk Dapodik. Sekarang gajinya di bawah Rp 400 ribu,” pungkasnya.

Ribuan guru tidak tetap (GTT) non-Dapodik di Kabupaten Ponorogo menggelar aksi damai dengan berjalan kaki dari depan Gedung DPRD menuju Pemkab Ponorogo, Selasa (26/5/2026).

Mereka menuntut pemerintah daerah segera membuka regulasi agar keberadaan guru honorer non-Dapodik diakui dan dimasukkan ke dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

bahwa ribuan GTT Non Dapodik Ponorogo berkumpul di depan Gedung DPRD Ponorogo, Jalan Alun-Alun Timur, Kelurahan Mangkujayan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Mereka menggunakan kemeja putih. Di kiri lengan mereka terpasang pita berwarna hitam.

Ribuan GTT Non Dapodik itu membawa banner dengan berbagai tulisan. “Kami Guru Honorer Kabupaten Butuh Kepastian”. “Jangan putuskan harapan kami. Beri solusi guru Non Dapodik”

“Kami nyata kami ada”, “Berikan hak kami sepenuhnya”, “Perhatikan nasib kami! Guru Non Dapodik juga mengabdi untuk negeri”, “Kerja sama rata hak sama rasa”

Saat di depan Gedung DPRD Ponorogo, mereka ditemui oleh Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Riyanto dan Wakil Ketua Komisi D DPRD, Ribut Riyanto.

Pasca itu, ribuan Guru Non Dapodik ke kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo dengan berjalan. Tidak ada riuh suara-suara atau orasi.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai