www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,289Agustus 2025- Ratusan warga dan pelaku UMKM di Lamongan Jawa Timur meramaikan bazar serba djadoel dalam rangka merayakan HUT ke-80 RI, Kamis (28/8/2025) malam.
Dalam bazar serba djadoel ini, panitia menyiapkan 11 stand jadul dan menghadirkan jajanan, minuman hingga kuliner serba jadul yang sudah jarang ditemukan.
Stand yang dibangun juga memvisualisasikan pada zamannya dengan jajanan yang memanjakan mulut pengunjung sembari bernostalgia kehidupan di jaman dulu.
Sesuai tema acaranya, para penjaga stand juga mengenakan kostum kuno yang menggambarkan keadaan dimasa lalu. Termasuk emak- emak juga memakai kebaya jadul dan jarit.
Bazar serba djadoel yang di desa Tambrikgadung, Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan pada kamis malam memasuki tahun kedua ini diikuti oleh sebanyak 11 peserta dari 17 RW yang ada.
Antusiasme warga saat bertandang ke lokasi juga luar biasa. Beragam stand serba jadul, jajanan tradisional, minuman hingga kuliner serba jadul menjadi hiburan tersendiri
Ketua Panitia Bazar Serba Djadoel, Muji Santosa menyampaikan, bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah untuk mengajak warga dan pelaku UMKM setempat berpartisipasi memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-80.
“Paling tidak, seluruh masyarakat guyub rukun dan saling membantu,” katanya.
Pada tahun sebelumnya juga pernah dilaksanakan acara, namun konsepnya berbeda, pada tahun kedua ini konsep jaman dulu dan pesertanya lebih banyak. Selain lebih inovatif dan menjadi hiburan juga mampu menyedot animo masyarakat yang luar biasa.
Tidak hanya warga Tambakrigadung, banyak pengunjung yang datang dari warga Lamongan kota karena jarak yang tidak jauh. Selain itu masyarakat tetangga desa banyak yang hadir.
Jajanan dan minum jadul ludes dibeli masyarakat dengan aneka jenisnya.
“Alhamdulillah ramai,” katanya.
Panitia akan menjadikan acara serupa sebagai agenda tahunan setiap memperingati HUT Kemerdekaan RI.
Sementara itu, Kepala Desa Tambrikgadung, Muhammad Takim mengapresiasi antusiasme warga yang telah memupuk kesadaran bersama untuk merayakan Hari Kemerdekaan RI tanpa paksaan dari pihak manapun.
Dua tahun sebelumnya, kata Takim, bazar yang digelar belum mengusung tema djadoel. Namun, tahun ini panitia memutuskan untuk mengangkat tema bazar djadoel yang mendapat dukungan penuh dari seluruh RW dan lembaga pendidikan di desa, mulai dari SD Negeri hingga pondok pesantren.
Dalam bazar tersebut juga diadakan lomba sebagai motivasi bagi peserta, meski hadiah yang disediakan tidak besar, namun semangat untuk memeriahkan acara tetap menjadi prioritas.
Pihaknya berharap ke depan jumlah peserta bisa lebih banyak lagi sehingga bazar serba djadoel ini dapat menjadi ajang pengembangan UMKM lokal yang lebih besar.
Keberhasilan pelaksanaan tahun ini/ panitia berencana menggelar kembali bazar dengan persiapan yang lebih matang.
Bazar Djadoel Tambrikgadung tidak hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum kebangkitan UMKM lokal melalui partisipasi aktif warga desa.