www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,4 Maret 2026-Tradisi menghias jalan desa dengan lampion dan aneka pernak-pernik kembali semarak menjelang Hari Raya Idul Fitri alias Lebaran di Kabupaten Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.
Dari tahun ke tahun, warga di berbagai desa kompak mempercantik kampung mereka demi menyambut datangnya 1 Syawal dengan suasana meriah dan penuh kebersamaan.
Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol suka cita menyambut hari kemenangan, tetapi juga menjadi ajang mempererat gotong royong antar warga.
Lampion warna-warni, umbul-umbul, kain hias hingga lampu LED menghiasi hampir seluruh sudut jalan desa.
Tradisi Hias Jalan Kampung yang Terus Dilestarikan
warga Trenggalek telah lama memiliki kebiasaan menghias jalan kampung menjelang Lebaran.
Hampir seluruh jalan kampung dihiasi kain warna-warni dan lampion sehingga tampak semarak.
Salah satu kampung yang menjadi perhatian adalah Dusun Krajan, Desa Melis, Kecamatan Gandusari.
Jalan sepanjang kurang lebih 200 meter di dusun tersebut disulap menjadi lorong cantik penuh hiasan.
Kepala Dusun Krajan Muhammad Umar menjelaskan bahwa penggunaan kain warna-warni sebagai penjor bertujuan agar kampung terlihat lebih meriah.
Untuk memperindah tampilan malam hari, warga juga memasang lampion dan lampu hias berbagai bentuk.
Sebagaimana disampaikan Muhammad Umar, setiap tahun pernak-pernik yang digunakan selalu berbeda.
Jika sebelumnya memakai bambu, kini rangka penjor menggunakan besi yang lebih kokoh.
Anggaran yang dihabiskan pun tidak sedikit, berkisar Rp10 juta hingga Rp15 juta hasil iuran warga.
Semarak Lampu Hias di Desa Sumber dan Kamulan
Suasana menjelang Idul Fitri 1439 H di Desa Sumber juga tak kalah meriah. Hampir seluruh RT memasang umbul-umbul, lampu hias, serta berbagai dekorasi warna-warni yang membalut jalan dan gang desa.
Pantauan tim kontributor desa setempat menunjukkan kerlip lampu hias menambah indah suasana malam menjelang 1 Syawal.
Warga kompak mempercantik lingkungan masing-masing demi menciptakan suasana Lebaran yang lebih hidup.
Sementara itu, dikutip dari kamulan-durenan.trenggalekkab.go.id, Desa Kamulan juga menghadirkan pemandangan malam yang memikat.
Di Dusun Karang Nongko, hiasan lampu dipasang di sekitar Balai Desa hingga ratusan meter ke arah barat.
Di Dusun Sendang Kamulyan, warga memanfaatkan payung yang dipasang di atas bambu dan dikelilingi lampu warna-warni sebagai dekorasi unik. Hiasan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas.
Desa Widoro Dijuluki sebagai Desa Lampion
Tradisi menghias jalan desa juga terus berkembang di Desa Widoro, Kecamatan Gandusari. Warga memasang lampion warna-warni di sepanjang jalan desa untuk menyambut Idul Fitri 1446 H pada 2025.
Ketua RT setempat, Sudarman, menuturkan bahwa tradisi tersebut sudah berjalan sekitar tujuh tahun.
Awalnya, warga memanfaatkan botol kaca bekas yang dijadikan lampu minyak atau ublik, lalu berkembang menggunakan kertas hias hingga kini beralih ke lampu LED dengan kerangka besi.
Biaya pemasangan lampu hias merupakan hasil iuran warga yang dikumpulman menjadi satu. Iuran tersebut rata-rata sekitar Rp350 ribu per orang.
Lampu dipasang mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri, kemudian dilepas bersama-sama.
Seorang warga, Sujiono, menyebut hampir seluruh jalan Desa Widoro dihiasi lampion sehingga tak jarang desa tersebut dijuluki “desa lampion”.
Bahkan, warga dari desa lain kerap datang untuk berfoto dan menikmati suasana malam yang indah.
Gotong Royong dan Kebersamaan Jadi Kekuatan Tradisi
Semarak lampion dan hiasan jalan di Trenggalek bukan sekadar memperindah lingkungan. Tradisi ini menjadi wadah memperkuat kebersamaan dan solidaritas antarwarga.
Sebagaimana diungkapkan sejumlah warga, pemasangan hiasan dilakukan secara gotong royong tanpa paksaan.
Kesadaran bersama untuk memeriahkan Lebaran tumbuh dari inisiatif masing-masing lingkungan.
Di Desa Widoro, bahkan diadakan lomba lampu hias yang menjadi bagian dari rangkaian acara malam kupatan pada H+7 Idul Fitri. Kegiatan tersebut semakin menambah antusiasme warga.
Dengan perpaduan kreativitas dan semangat kebersamaan, tradisi lampion menjelang Lebaran di Trenggalek terus lestari dari tahun ke tahun.
Suasana kampung yang semarak menjadi simbol kebahagiaan menyambut hari kemenangan sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

