Sasar Libur Nataru, ASDP Upgrade Dermaga Ponton Terakhir di Pelabuhan Ketapang Jadi Movable Bridge

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,11 Juni 2026-Langkah strategis diambil oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) untuk mengurai kepadatan logistik di gerbang keluar-masuk Pulau Jawa.

ASDP memastikan akan merombak total satu-satunya dermaga ponton yang tersisa di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, menjadi dermaga modern jenis Movable Bridge (MB) pada tahun ini.

Peningkatan infrastruktur ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam memperlancar arus pelayaran kapal ferry di lintas penyeberangan sibuk Jawa–Bali.

Saat ini, Pelabuhan Ketapang mengoperasikan total delapan dermaga. Namun secara spesifikasi, dermaga ponton memiliki kemampuan menahan beban yang lebih rendah dibandingkan dua jenis dermaga lainnya yang ada di pelabuhan, yakni dermaga MB dan Landing Craft Mechanized (LCM).

Ditargetkan Mulai Garap Juli 2026 Pasca-Lelang

General Manager (GM) ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko, menjelaskan bahwa proyek peningkatan dermaga ini sudah memasuki babak baru dan tengah berada dalam proses lelang oleh pemerintah pusat.

“Jika proses lelang lancar, bulan Juli sudah bisa mulai pengerjaan,” ujar Arief saat memberikan keterangan resmi pada Kamis (11/6/2026).

Menariknya, dermaga MB yang akan dibangun ini bakal menjadi yang terkuat di Pelabuhan Ketapang. Jika dermaga MB eksisting rata-rata hanya memiliki kapasitas tumpuan sekitar 30 ton, dermaga baru ini dirancang mampu menahan beban hingga 50 ton.

“Nantinya dermaga MB yang akan dibangun itu akan berkapasitas 50 ton. Dengan demikian, dermaga itu akan bisa dilalui oleh kendaraan besar bersumbu tiga ke atas,” tambah Arief.

Bukan hanya lantai dermaga yang dirombak, pihak ASDP juga akan memperkuat jembatan akses menuju dermaga. Hal ini dilakukan demi menunjang keamanan fasilitas dan kenyamanan manuver kendaraan-kendaraan logistik berukuran jumbo saat masuk ke dalam lambung kapal.

Kejar Tayang Sebelum Libur Nataru, Sisi Gilimanuk Terkendala Lahan

Pihak ASDP memasang target tinggi agar megaproyek ini bisa rampung sebelum bulan Desember 2026. Akselerasi pengerjaan dilakukan agar dermaga baru ini sudah siap diaktifkan dan diuji coba pada momen puncak libur panjang Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru).

Kendati demikian, proyek kelancaran Jawa-Bali ini masih menyisakan pekerjaan rumah di sisi seberang. Karena karakteristik dermaga penyeberangan bersifat berpasang-pasangan, peningkatan di Ketapang seharusnya diikuti oleh pengembangan serupa di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali.

Namun, Arief mengakui bahwa rencana ekspansi di ujung barat Pulau Dewata tersebut belum bisa berjalan mulus dalam waktu dekat.

“Dengan pembangunan dermaga di Ketapang, kami juga harus menambah dermaga di Gilimanuk. Tapi sekarang di sana (Gilimanuk) masih terkendala lahan,” pungkasnya.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai