www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,14 Juni 2026-Menjelang datangnya 1 Suro dan rangkaian Grebeg Suro 2026, Pemerintah Kabupaten Ponorogo menggelar ziarah ke makam para tokoh pendiri dan pemimpin daerah, Minggu (14/6/2026).
Langkah demi langkah menyusuri kompleks makam para tokoh Ponorogo, doa-doa lirih mengalun di tengah suasana khidmat, Minggu (14/6/2026).
Menjelang datangnya 1 Suro, tradisi ziarah kembali digelar sebagai bentuk penghormatan kepada para leluhur yang telah meletakkan fondasi berdirinya Bumi Reog.
Bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo, tradisi ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan cara menjaga ingatan kolektif agar sejarah dan jasa para pendahulu tidak hilang ditelan zaman.
Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Minggu (14/6/2026) memimpin kegiatan ziarah makam . Makam Batoro Katong di Kelurahan Setono Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Jatim, yang kali pertama diziarahi.
tidak hanya jajaran dari pemerintahan saja yang datang. Sejumlah warga turut dapam ziarah ke Makam Batoro Katong yang merupakan Bupati pertama Kabupaten Ponorogo.
Ziarah makam itu pun berlangsung khusyuk. Doa dipimpin oleh Plt Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, M Thohari.
Pasca berdoa, rombongan menaburkan bunga ke Makam Batoro Katong. Dilanjutkan menaburkan bunga makam Ki Ageng Mirah dan makam Patih Seloaji yang juga berada di lingkungan Makam Batoro Katong.
“Ini adalah tradisi kami. Setiap jelan 1 suro atau tahun baru jawa maupun islam kami melakukan ziarah ke makam pendiri Kabupaten Ponorogo dan bupati Ponorogo yang telah tiada,” ungkap Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita, Minggu siang.
Dia mengajak masyarakat sebagai generasi penerus tidak boleh melupakan para pendahulu yang telah berjuang mendirikan dan membangun Ponorogo.
“Harapannya yang pasti masyarakat ingat akan siapa pendiri Ponorogo, tokoh Ponorogo siapa saja,” urai Bunda Lisdyarita—sapaan akrab—Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita
Usai dari makam Batoro Katong, Bunda Lisdyarita dan jajarannya juga berziarah ke makam KRMA Mertonegoro di Desa Tajug Kecamatan Siman.
Mertonegoro tercatat sebagai bupati Ponorogo ke-13 (setelah Batoro Katong) yang menggagas perpindahan pusat pemerintahan dari Kota Lama ke Kota Tengah. Ziarah berlanjut ke Makam Kiai Ageng Muhammad Besari di Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis.
Berikutnya ke Makam KRMA Tjokronegoro yang berlokasi di sebelah barat Masjid Agung Ponorogo. Setelah itu, rombongan menuju Astana Srandil di Desa Srandil Kecamatan Jambon, tempat RM Mertokusumo (patih Kabupaten Polorejo) dimakamkan. Paling akhir, rombongan berziarah ke Taman Makam Pahlawan (TMP) Wira Patria Paranti di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bangunsari Ponorogo.
“Kegiatan ini kita lakukan agar nanti anak cucu kita paham ternyata banyak tokoh-tokoh yang ada di Ponorogo yang harus kita sowani,” tambahnya.
Salah satu warga, Nurul menerangkan bahwa tadi memang turut ikut ziarah makam di Makam Batoro Katong bersama rombongan Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita.
“Ikut aja sekalian, jadi berdoa juga untuk semuanya,” pungkas warga Kelurahan Setono ini.

