www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,12 Januari 2026-Sebanyak lima desa di Kecamatan Cermee Bondowoso, Jawa Timur dilanda banjir pada Minggu (11/1/2025).
Di antaranya yaitu Desa Cermee, Ramban Kulon, Ramban Wetan, Suling Kulon, dan Grujugan.
Tak hanya rumah warga, Kantor Kecamatan, TK Pertiwi, dan beberapa pertokoan di sekitar Pasar Cermee turut digenangi air.
Menurut Camat Cermee, Rizki Idham Lukmana, penyebab banjir karena intesitas hujan yang tinggi.
Sehingga air di areal persawahan tumpah ruah ke jalan. Menyebabkan banjir dengan ketinggian 30-40 cm.
Dampak Banjir
Khusus di Pasar Cermee, air kemudian membanjiri pertokoan dan kantor Cermee karena ada pohon Mangga tumbang. Sehingga menghambat aliran air dari persawahan di saluran irigisi.
“Tidak semua rumah air masuk ya. Ketinggian airnya sekitr 30-40 cm yang di jalan,” terangnya.
Ia menerangkan tak ada warga yang perlu dievakuasi akibat banjir ini. Karena air banjir sudah surut sekitar pukul 22.30 WIB.
Pelayanan Kantor Camat Tetap Normal
Selain itu dipastikan layanan di Kantor Kecamatan Cermee tetap buka seperti biasa. Karena, ruangan terdampak banjir paling parah hanya di rumah dinas. Sementara ruangan layanan masih aman.
“Layanan tetap normal,” ungkapnya.
Dia menerangkan penanganan awal warga secara mandiri membersihkan rumah akibat banjir.
Sementara pihaknya bersama tim gabungan TNI, Polri, Pemdes, BPBD, PMI, dan relawan melakukan normalisasi air di jalan raya.
“Karena tadi sempat macet karena jalan rayanya dipenuhi air,” ungkapnya.
Tugas Riski Bahana, Kepala Bidang Rehabilitasi, Rekontruksi, dan Logistik BPBD Bondowoso, menjelaskan ada sekitar 875 kepala keluarga yang terdampak akibat banjir ini. Namun dipastilan tak ada kerusakan dan kerugian.
“Data masih terus kita proses. Untuk Fasum ada sekolah dan jalan yang tadi aspalnya terangkat,” jelasnya.
Dia memastikan tak ada korban jiwa dalam bencana ini.
Kholifah, warga Desa Cermee, menerangkan hujan terjadi dua kali. Awalnya hujan dengan intensitas sedang di sore hari. Kemudian hujan deras terjadi lagi menjelang Meghrib.
“Habisnya sholat Maghrib kan hujan. Jam 6 lewat berapa itu, hujannya agak deras. Pas masuk air,” terangnya.
Ia menerangkan airnya tinggi sampai se pinggang orang dewasa. Kemudian, dia dan keluarga lari ke depan rumah semua untuk menghindari air banjir yang kian tinggi.
“Kalau di rumah sini selutut, kalau di luar sampai pinggang, se pusar,” ungkapnya.
Rencananya esok akan dilakukan gotong royong terdampak banjir.

