Hadirkan Nuansa Jadul, 88 Stand di Lamongan Tempo Doeloe Sulap Lapangan Gajah Mada Penuh Nostalgia

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,24 Juni 2026-Gelaran Lamongan Tempo Doeloe dan Bazar Makanan Tradisional resmi dibuka Rabu (24/6/2026) malam.

88 stand memenuhi Lapangan Gajah Mada Kota Lamongan yang disulap dengan konsep klasik dan penuh nostalgia.

Berbeda dari bazar pada umumnya, setiap stand didesain dengan nuansa zaman dahulu.

Dinding anyaman bambu, pernak-pernik barang kuno, hingga berbagai peralatan makan tradisional menjadi bagian dari dekorasi yang membawa pengunjung bernostalgia dengan kehidupan Lamongan masa lalu.

Tak hanya tampilan stand, hidangan yang disajikan juga mengusung konsep tradisional.

Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner khas seperti serabi, klanting, gatot, getuk, aneka bubur tradisional, serta berbagai jajanan pasar lainnya.

Penyajian makanan dan minuman pun dibuat semakin autentik.

Minuman dihidangkan menggunakan gelas bambu dan kendi tanah liat, sementara para penjaga stand mengenakan pakaian khas tempo dulu.

Para laki-laki tampil mengenakan celana kolor hitam, kaos oblong, sabuk besar, hingga blangkon.

Sementara perempuan mengenakan kebaya lengkap dengan jarik dan kain penutup kepala, menggambarkan sosok perempuan Lamongan pada masa lampau.

Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengapresiasi konsistensi seluruh pihak yang ikut berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut sebagai rangkaian Hari Jadi Lamongan (HJL) ke-457.

“Lamongan masa kini semakin maju. Bagaimana kehidupan yang dilandasi kebersamaan guyub rukun, sak iyek sak eko proyo, bersatu padu membangun daerah yang dicintai dan dibanggakan. Mewujudkan wilayah yang gemah ripah loh jinawi toto tentrem kerto raharjo,” ujar Kaji Yes.

Menurutnya, Lamongan Tempo Doeloe menjadi momentum untuk melihat kembali perjalanan daerah, mulai dari budaya, kuliner, hingga berbagai sejarah yang pernah ada.

Bazar rakyat tersebut digelar di Lapangan Gajah Mada, Jalan Soemargo, dan berlangsung selama empat hari hingga Sabtu (27/6/2026) malam.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya Lamongan Tempo Doeloe lebih banyak menghadirkan jajanan masa lalu, tahun ini konsep yang diusung lebih beragam dengan tema heterogen.

Sejumlah tema yang ditampilkan antara lain perkantoran tempo dulu, sekolah rakyat, bale atau rumah tempo dulu, pengantin tempo dulu, histori RSUD Soegiri, nuansa kolonial, warung dan makanan tempo dulu, budaya, kesenian, hingga wahana permainan anak.

“Kami melihat kembali ke belakang, inilah Lamongan tempo dulu yang mempunyai aktivitas, kuliner, budaya serta histori yang unik dan baik,” ungkap Yuhronur.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan semangat sekaligus gambaran bahwa Lamongan telah memiliki berbagai potensi dan keunggulan sejak masa lalu.

Lamongan Tempo Doeloe tahun ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), BUMN, BUMD, BLUD, UMKM, perbankan, komunitas kopi, pelaku wisata, IKASMASA, IKASMADA, Polres Lamongan, Kodim, Kejaksaan, Pengadilan Negeri, hingga pihak swasta.

Selain menjadi ruang edukasi sejarah dan budaya, setiap stand juga akan dinilai untuk menentukan tiga juara stand favorit berdasarkan hasil polling pengunjung.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Lamongan berharap mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat serta membangkitkan kembali sektor usaha lokal, sejalan dengan gerakan #ayoditumbasi, #ayobeliproduklamongan, dan #ayodolennanglamongan.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai