www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,5 Agustus 2026-Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, kembali memperoleh dukungan program strategis dari pemerintah pusat di sektor kelautan dan perikanan.
Sebanyak empat kawasan pesisir di wilayah ini ditetapkan sebagai lokasi pembangunan Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat rantai usaha perikanan mulai dari produksi, distribusi hingga pemasaran hasil tangkapan nelayan.
Kehadiran berbagai fasilitas pendukung diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sekaligus memperkuat daya saing sektor perikanan Lamongan.
Empat kawasan yang akan menjadi lokasi pembangunan KNMP berada di Labuhan Brondong, Desa Kranji, Desa Kemantren, dan Desa Waru Lor, Kecamatan Paciran.
Setiap lokasi diperkirakan memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp12 miliar hingga Rp15 miliar. Besaran anggaran tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pembangunan dan karakteristik masing-masing kawasan pesisir.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi didampingi Sekretaris Dinas Perikanan Lamongan, Margono, mengatakan proses verifikasi lapangan telah berjalan.
Verifikasi Disesuaikan dengan Karakteristik Wilayah
Sejauh ini, verifikasi untuk lokasi KNMP Kemantren dan Kranji telah selesai dilakukan, sedangkan dua lokasi lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.
“Yang diverifikasi itu menyesuaikan dengan kebutuhan lokal masing-masing kawasan. Jadi fasilitas yang dibangun nantinya tidak sama persis, tetapi disesuaikan dengan karakteristik lokasi,” kata Kaji Yes, Rabu (5/8/2026).
Menurutnya, pemerintah pusat lebih mengedepankan konsep pembangunan berbasis potensi daerah sehingga fasilitas yang dibangun benar-benar mendukung aktivitas ekonomi nelayan setempat.
Fasilitas yang Akan Dibangun
Untuk kawasan yang masuk kategori KNMP Penyangga, sejumlah fasilitas yang diprioritaskan antara lain dok atau bengkel kapal nelayan, SPBUN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan), kios pemasaran atau perbekalan, cold storage, tambatan atau tambat labuh perahu, pabrik es, coolbox, kapal penangkap ikan beserta mesin, alat penangkapan ikan, shelter pendaratan ikan, freshwater maker, hingga perlengkapan pemadam kebakaran.
Sementara itu, untuk kawasan yang berfungsi sebagai KNMP Hub, fasilitas yang dibangun lebih lengkap. Selain seluruh fasilitas dasar tersebut, kawasan ini juga akan dilengkapi kantor pengelola, sentra kuliner, balai nelayan, docking atau bengkel kapal, serta pusat distribusi hasil perikanan.
Dorong Kesejahteraan Nelayan
Yuhronur menjelaskan, pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih bukan hanya menghadirkan infrastruktur baru, tetapi juga bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penguatan rantai usaha perikanan dari hulu hingga hilir.
Dengan adanya cold storage dan pabrik es, hasil tangkapan nelayan dapat disimpan lebih lama sehingga kualitas ikan tetap terjaga dan tidak harus dijual segera dengan harga murah saat musim panen ikan.
Keberadaan SPBUN juga diharapkan mempermudah nelayan memperoleh bahan bakar dengan harga resmi tanpa harus membeli dari pengecer yang lebih mahal.
Di sisi lain, fasilitas dok kapal dan bengkel akan mempercepat proses perawatan kapal sehingga aktivitas melaut menjadi lebih efisien dan aman.
Program ini juga menyediakan kios pemasaran yang diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi hasil tangkapan nelayan. Dengan demikian, nelayan memiliki peluang memperoleh harga jual yang lebih baik karena tidak terlalu bergantung kepada tengkulak.
“Selain mendukung aktivitas penangkapan ikan, KNMP juga diarahkan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan pesisir,” tambah Yuhronur.
Kehadiran sentra kuliner, shelter pendaratan ikan, hingga berbagai fasilitas pendukung lainnya diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar, mulai dari sektor perdagangan, jasa, pengolahan hasil laut, hingga pariwisata bahari.
Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan salah satu upaya pemerintah dalam melakukan modernisasi kawasan pesisir melalui penyediaan sarana produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil perikanan secara terpadu.
Dengan masuknya empat lokasi di Kecamatan Paciran dan Brondong sebagai penerima program tersebut, Lamongan diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra perikanan tangkap terbesar di Jawa Timur.
“Sekaligus meningkatkan daya saing sektor kelautan dan perikanan di tingkat nasional,” pungkasnya.
