www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,13 Juli 2026-Suasana SDN Nailan di Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, tampak lengang pada hari pertama masuk sekolah, Senin (13/7/2026).
Berbeda dengan sekolah lain yang menyambut murid baru, ruang kelas I di sekolah ini tetap kosong karena dua tahun berturut-turut tidak menerima peserta didik baru.
Saat ini, jumlah siswa yang masih belajar di SDN Nailan Ponorogo hanya 13 orang.
Beberapa ruang kelas bahkan tidak lagi digunakan sebagaimana mestinya akibat minimnya jumlah peserta didik.
Bagi Ardian Saputra, siswa kelas VI, kondisi tersebut sudah menjadi pemandangan sehari-hari.
Meski mengaku tetap senang belajar karena sekolahnya dekat dari rumah, ia berharap suatu saat SDN Nailan kembali ramai dengan kehadiran teman-teman baru.
“Pengennya banyak temennya,” ucap Siswa kelas VI SDN Nailan, Ardian Saputra, singkat saat ditanya harapannya, Senin (13/7/2026) pagi.
Dia menjelaskan saat kelas 1 dulu, SDN Nailan sangat ramai. Semua kelas terisi, ada siswanya. Akan tetapi kondisi tersebut perlahan berubah.
“Semua berubah, satu tahun dibawah saya cuma 2 tahun. Dibawahnya lagi cuma 1 siswa. Nah sekarang kelas 2 kelas 1 malah 0 siswa,” katanya.
Dia mengaku sedih, harapannya banyak kembali temannya. Ardian menyatakan dulu memilih SDN Nailan lantaran banyak teman, selain itu dekat dengan rumah.
“Rumah saya dekat dengan sekolah. Saya lo naik sepeda dari sekolah. Makanya sekolah sini (SDN Nailan),” terang Ardian .
Siswa lain, Ilham Ali mengaku hal yang sama.
Dirinya merasa sedih lantaran sudah dua tahun ini tidak ada siswa baru di SDN Nailan Ponorogo.
“Ya temannya ndak ada, ndak tambah.
Saya satu kelas cuma saya sama Ridwan,” papar siswa kelas 3 SDN Nailan ini.
Dia mengaku sekolah di SDN Nailan lantaran letak sekolahnya dengan rumah dekat. Dia pun hanya perlu naik sepeda ontel.
“Naik sepeda ontel, kan dekat. Makanya saya memilih sekolah sini, eh malah temannya sedikit,” jabarnya.
Pemandangan berbeda terlihat di SDN Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Senin (13/7/2026).
Bagaimana tidak, saat sekolah lain menyambut riuh murid baru di awal tahun ajaran, ruang kelas 1 di sekolah ini justru tetap kosong.
Sudah dua tahun berturut-turut tak ada satu pun siswa baru yang mendaftar, membuat para guru harus menerima kenyataan mengajar di sekolah dengan bangku-bangku yang tak lagi terisi.
Pantauan TribunJatim.com sekolah yang terletak di Jalan Srikoyo, Desa Nailan, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim hanya ada 13 siswa yang ada.
Tak jauh berbeda dengan sekolah SD pada umumnya.
Siswanya menggunakan seragam putih merah. Bedanya, sekolah mereka makin sepi. Lantaran banyak yang lulus namun tidak ada pendaftar.
Pada hari pertama, siswa SDN Nailan membersihkan kelas mereka. Kemudian dilanjutkan dengan Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM).
Untuk ruang kelas 1 tetap dibuka oleh guru SDM Nailan. Walaupun dua tahun tidak ada siswa, ruang kelasnya masih terlihat terawat. Hasil karya siswa yang saat ini naik ke kelas 3 pun masih terpampang.
Sementara untuk ruang kelas II dialihkan sebagai mushola sekaligus ruang pembelajaran bersama. Di ruang kelas setempat dipasang karpet dan ada Smart TVz
“Ya begini mbak, tidak ada siswa baru untuk tahun ini, ngajar bangku kosong,” ungkap Plt Kepala SDN Nailan, Ponorogo, Faridatul Zahro dengan nada lirih, Senin pagi.
Dia menjelaskan bahwa tidak hanya tahun ajaran 2026/2027 saja yang SDN Nailan tidak mendapatkan siswa. Tahun ajaran 2025/2026 pun sama, tidak ada pendaftar.
“Jadi saat SPMB (Sistem Penerimaan Murid Baru) tidak ada yang mendaftar. Baik itu online maupun offline. Sudah dua tahun ini,” pungkasnya
