Atasi Kawasan Kumuh, 145 Rumah Layak Huni Dibangun di Desa Campurejo Gresik

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,14 Maret 2026-Harapan ratusan warga Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, untuk menempati rumah yang lebih layak segera terwujud.

Pemerintah Kabupaten Gresik menargetkan pembangunan 145 rumah layak huni di desa tersebut rampung pada Mei 2026.

Kepala Desa Campurejo, Amudi, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Gresik telah merancang program selama empat tahun, dan pada tahun pertama difokuskan pada perbaikan di RW 09, terutama dalam menangani rumah-rumah yang terlalu padat serta keluarga yang tinggal di lahan milik desa.

“Jadi, ada banyak warga yang sebelumnya tinggal di area tanah milik desa hingga terlalu padat. Satu rumah bisa dihuni oleh dua hingga tiga kepala keluarga di RT 31–32 RW 09 Desa Campurejo ini,” terangnya saat ditemui di Desa Campurejo pada 13 Maret 2026.

Banyak Rumah Dihuni Beberapa Kepala Keluarga

Kawasan kumuh telah diidentifikasi di RW 01, RW 03, RW 04, dan RW 09 dengan total 474 keluarga. Amudi menyampaikan bahwa kondisi tersebut mengakibatkan banyak rumah tangga mengalami keterbatasan akses terhadap pasokan air bersih yang dikelola secara aman serta menghadapi permasalahan pengelolaan air limbah.

Amudi menambahkan bahwa dalam penyediaan hunian yang laik huni, pemerintah menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK). Agar program berjalan maksimal, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Gresik menggandeng berbagai mitra untuk berkolaborasi, salah satunya organisasi non-profit Habitat for Humanity Indonesia.

“Karena anggaran DAK terbatas, ada 21 rumah yang perlu mendapatkan dukungan. Kami bekerja sama dengan Habitat for Humanity Indonesia, salah satu organisasi non-profit yang membantu menjalin kolaborasi dengan pihak luar untuk merealisasikan 21 rumah tersebut,” jelasnya.

Kolaborasi Pemkab Gresik dan Habitat Indonesia

Rudhi Virgarius, Project Coordinator Habitat for Humanity Indonesia, menuturkan bahwa kolaborasi antara Habitat dan Pemerintah Kabupaten Gresik sudah berlangsung sejak lama.

“Kami melihat upaya Pemerintah Kabupaten Gresik sangat baik. Banyak pihak yang terlibat juga. Ini seperti warga membeli perumahan, lingkungannya bagus, huniannya juga laik, dan mendukung kualitas hidup yang lebih baik lagi,” terang Rudhi.

Sejak 2015 hingga 2025, lanjut Rudhi, Habitat Indonesia telah memberikan layanan kepada sekitar 8.000 individu di seluruh Kecamatan Wringinanom, khususnya di Desa Kesambenkulon, Mondoluko, dan Sooko, Gresik. Total terdapat 1.583 hunian baru, 1.065 keluarga mendapatkan akses terhadap air bersih, serta 100 rumah direnovasi agar menjadi lebih laik huni.

Rudhi mengungkapkan bahwa untuk mengakomodasi kebutuhan rumah yang tidak termasuk dalam anggaran DAK, Habitat berkolaborasi dengan beberapa mitra, salah satunya Trilliun Group.

Sementara itu, Maxwell Prijadi selaku Project Leader Trilliun Group menyampaikan bahwa pihaknya berupaya menjaga komitmen untuk hadir dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik. Ia menilai bahwa hunian yang laik dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

“Trilliun Group selalu berupaya menjadi bagian dari solusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Melalui kegiatan ini, kami menyalurkan bantuan produk pipa, plumbing, dan sanitary untuk mendukung terciptanya hunian yang layak,” jelas Maxwell.

Kontribusi Trilliun Group, lanjut Maxwell, merupakan bagian dari tekad pihaknya untuk ikut berkontribusi dalam memastikan akses air bersih dan sanitasi yang layak dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Partisipasi PT Matahari Putra Makmur yang memproduksi produk Trilliun menyalurkan bantuan produk pipa dan fitting uPVC serta lem PVC,” imbuhnya.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai