www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,1 Januari 2026-Patung macan putih karya Suwari di Desa Balongjeruk, Kabupaten Kediri, Jawa Timur sempat menjadi bahan ejekan.
Namun patung yang kini menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah hingga viral di media sosial justru harus dilestarikan.
“Alhamdulilah akhirnya masyarakat tidak jadi membongkar. Harus dilestarikan,” kata Kepala Desa Balongjeruk, Safi’i, pada Kamis (1/1/2025).
Adanya patung macan putih tersebut memberikan dampak positif bagi desa.
Pemerintah desa kemudian melakukan penataan kawasan di sekitar patung macan melihat antusiasme masyarakat dan pengunjung.
Inisiatif Kades
Bentuk patung macan hitam putih itu berukuran panjang 1,5 meter, lebar 1 meter, serta tinggi keseluruhan termasuk pondasi tumpuan 2,5 meter.
Bentuk patung yang baru saja selesai pembangunan tersebut sempat dianggap gagal menghadirkan sosok harimau karena tidak mewakili penampakan sebagaimana wujud realita harimau pada umumnya.
Selain itu, bentuknya juga tidak proporsional. Lebih mirip gabungan dari hewan kuda nil, zebra, dan tapir.
Namun demikian, tak sedikit yang mempunyai sudut pandang berbeda bahkan mengapresiasinya.
Kubu ini memandangnya sebagai sebuah luapan ekspresi seni.
Safii mengatakan, pembuatan patung tersebut merupakan inisiatifnya yang sebelumnya telah mendapatkan persetujuan melalui sejumlah rapat desa.
“Tujuannya adalah untuk mengangkat legenda desa sebagai ikon desa. Kebetulan desa kami ada legenda macan putih,” ujar Safi’i, Sabtu (27/12/2025).
Safi’i mengatakan, niatan awal pembangunan patung tersebut cukup mulia karena untuk menjunjung tinggi legenda desa yang selama ini terpelihara secara turun temurun melalui tutur lisan.
Untuk itu, dia berupaya mengangkatnya menjadi ikon desa supaya mempertegas cerita tersebut sekaligus sebagai pengingat bagi generasi selanjutnya.
Atas niatan itu pula, dirinya mulai mencari pembuat patung.
Kebetulan terdapat warga setempat yang juga selama ini dikenal sebagai pembuat patung.
Patung yang terbuat dari campuran besi dan semen tersebut mulai dikerjakan bulan lalu dan berhasil selesai dalam tenggat waktu 18 hari dengan menggunakan dana pribadi kades sebesar Rp3,5 juta.
“Namun ternyata setelah selesai, banyak mendapatkan respons dari masyarakat,” ujar Safi’i.
Dia juga merasa kaget dengan hasil pembuat patung tersebut yang ternyata wujudnya jauh dari perencanaan awal.
“Ternyata hasilnya seperti yang kita ketahui itu,” ujar dia.
Meski demikian, dalam menyikapi viralnya patung tersebut, pihaknya tidak lantas gerah apalagi memarahi pembuat patungnya.
Ia menganggap semuanya adalah masukan untuk pengembangan kemajuan desanya.
“Semuanya kita tampung karena kritik dan saran itu sangat penting bagi kemajuan bersama,” kata Safi’i.
Suwari Dapat Apresiasi
Suwari, warga setempat sekaligus pematung macan putih yang tengah viral itu kini banjir pujian dari masyarakat yang mengapresiasi karyanya karena memandangnya sebagai seni.
Bahkan, lansia yang juga kerap dimintai tolong membuat patung di desanya itu nampaknya akan semakin sibuk ke depannya. Sebab, dia kini banjir orderan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Desa (Kades) Balongjeruk, Safi’i, seusai bertemu langsung dengan Suwari.
“Dia sampai nyembah-nyembah saya sambil bilang terima kasih karena merasa berkat saya namanya kini jadi terkenal,” ujar Safi’i, Selasa (30/12/2025).
Selain terkenal, Safi’i menyebut, Suwari juga sudah mendapatkan pesanan sebanyak empat patung dari berbagai bentuk yang dipesan oleh para penggemarnya.
“Dia juga bilang, kalau sekarang banyak yang pesan patung kepadanya. Saat ini saja sudah ada empat pesanan,” kata Kades Balongjeruk.
Ada pun latar belakang Suwari adalah seniman lokal yang berangkat dari seni ludruk.
Pada grup ludruk keliling itu, dia mengambil peran sebagai penabuh gamelan.
Tak Patok Harga Tinggi
Kini, setelah tidak lagi aktif di kesenian ludruk, Suwari berkecimpung di seni rupa dengan banyaknya dimintai tolong pembuatan patung. Termasuk sebuah patung rajawali yang ada di desa sebelah.
Meskipun kerap mendapatkan pekerjaan membuat patung, Suwari tidak mematok harga tinggi untuk jasanya.
Patung macan putih yang tengah viral itu misalnya, Suwari hanya meminta biaya jasa pembuatan sebesar Rp 2 juta, yang dikerjakannya selama 18 hari.
“Saya mborong kerja. Saya kerjakan sendiri selama 18 hari tanpa bawa kuli,” ujar Suwari dalam kesempatan sebelumnya.

