Permintaan Tinggi Jelang Idul Adha, Harga Sapi di Kediri Terus Naik

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,13 Mei 2026-Harga sapi di sejumlah pasar hewan di Kabupaten Kediri mulai mengalami kenaikan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.

Meski harga naik hingga jutaan rupiah, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri memastikan kondisi kesehatan hewan kurban di wilayahnya masih aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK).

Seperti pada hari ini, pemeriksaan kesehatan hewan dilakukan DKPP Kabupaten Kediri di Pasar Hewan Rojokoyo Desa Purwokerto Kecamatan Ngadiluwih, Rabu (13/5/2026).

Pemeriksaan dilakukan terhadap ratusan sapi yang masuk ke pasar untuk memastikan hewan dalam kondisi sehat dan layak diperjualbelikan.

Pemeriksaan meliputi bagian mulut, mata, hidung, telinga hingga postur tubuh sapi. Selain itu, petugas juga memastikan tidak ada tanda-tanda penyakit kulit maupun gangguan kesehatan lain pada ternak.

Petugas kesehatan drh. Luh Putu Setyanti Pratiwi mengatakan, hasil pemeriksaan sementara menunjukkan seluruh sapi yang diperiksa dalam kondisi sehat.

“Kalau hari ini dari pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda sapi sakit. Pemeriksaan meliputi kondisi mulut, mata, postur tubuh hingga memastikan tidak ada kelainan pada hewan,” jelasnya.

Luh Putu mengimbau masyarakat agar lebih teliti saat membeli hewan kurban, terutama dengan memperhatikan kondisi fisik sapi sebelum transaksi dilakukan.

“Pilih sapi yang sehat, dilihat dari bentuk tubuhnya, tidak ada kelainan, tidak ada penyakit kulit, dan kondisi tubuhnya bagus,” imbuhnya.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan di Pasar Hewan Rojokoyo dilakukan rutin setiap hari pasaran atau lima hari sekali. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah munculnya kembali kasus PMK maupun Lumpy Skin Disease (LSD) yang sempat menyerang ternak beberapa waktu lalu.

Selain pemeriksaan rutin, DKPP juga terus mendorong vaksinasi ternak serta sanitasi kandang untuk menjaga kesehatan hewan.

“Vaksinasi tetap berjalan. Peternak juga kami imbau menjaga kebersihan kandang dan membatasi orang keluar masuk kandang agar penyakit tidak mudah menyebar,” terangnya.

Luh Putu menambahkan, sapi yang akan dikirim keluar daerah wajib dilengkapi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). Dokumen tersebut menjadi syarat penting agar distribusi ternak tetap aman dan terpantau kesehatannya.

“Kalau sapi dijual ke luar daerah wajib membawa SKKH dari dinas,” tambahnya.

Di sisi lain, harga sapi di pasaran mulai mengalami kenaikan menjelang Idul Adha. Salah satu peternak asal Kediri, Ayyik Saputra mengatakan kenaikan harga sapi mencapai Rp 1 juta hingga Rp 2 juta dalam satu bulan terakhir.

“Harga mulai naik sekitar satu sampai dua juta dibanding bulan lalu,” jelasnya.

Menurut Ayyik, kenaikan harga tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Bahkan beberapa jenis sapi mengalami lonjakan harga cukup signifikan.

“Kalau tahun lalu sapi harga Rp 25 juta, sekarang bisa Rp 27 juta. Yang bobot besar juga naik, sekarang ada yang sampai Rp 55 juta,” katanya.

Meski harga naik, Ayyik mengaku permintaan hewan kurban masih cukup baik. Dalam sehari, dirinya mampu menjual dua ekor sapi dari total empat sapi yang dibawa ke pasar.

“Hari ini sudah laku dua ekor. Kalau total penjualan selama menjelang Idul Adha ini sudah sekitar 25 ekor,” bebernya.

Sementara itu, aktivitas jual beli di Pasar Hewan Rojokoyo juga mulai ramai didatangi pembeli dari berbagai daerah di Kabupaten Kediri.

Rata-rata jumlah sapi yang masuk ke pasar mencapai sekitar 600 ekor setiap hari pasaran.

DKPP Kabupaten Kediri memastikan pengawasan kesehatan hewan kurban akan terus diperketat hingga mendekati Hari Raya Idul Adha guna memastikan hewan yang diperjualbelikan aman, sehat dan layak dikonsumsi masyarakat.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai