Jembatan Koncer Bondowoso Tak Lagi Buka-Tutup, Kendaraan Roda Enam kdan Bus Dilarang Melintas

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,24 September 2026-Jembatan Koncer Bondowoso tak lagi memberlakukan system buka-tutup.

Forum Lalu Lintas Kabupaten Bondowoso menyepakati penataan ulang skema arus lalu lintas di Jembatan Koncer.

Satlantas Bondowoso menegaskan bahwa petugas tidak menindaklanjuti dengan sistem buka-tutup jalan, melainkan memberlakukan pembatasan khusus bagi kendaraan roda enam ke atas serta bus demi menjaga keamanan struktur jembatan.

Sistem buka-tutup yang sempat berlaku kemarin merupakan tindakan sementara saat proses perbaikan dan penambalan badan jembatan yang berlubang serta ambles.

Setelah pengerjaan fisik tersebut selesai, akses jalan kembali dibuka secara penuh untuk kendaraan yang memenuhi batasan tonase.

Kasatlantas Polres Bondowoso AKP Heri Nugroho menjelaskan bahwa pembatasan ini ditandai dengan rencana pemasangan portal pembatas ketinggian setinggi 2,2 meter di sisi utara dan selatan jembatan.

Langkah ini diambil sembari menunggu hasil uji kelaikan teknis dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Provinsi Jawa Timur.

“Kemarin penerapan buka-tutup jalan itu dilakukan karena ada proses penambalan dan perbaikan jembatan. Sekarang tidak ada buka-tutup lagi, melainkan pembatasan. Untuk portal, kami sudah sepakat dibangun oleh dinas PU dengan tinggi 2,2 meter dan dilengkapi lampu LED agar tetap terlihat jelas pada malam hari,” ujar Heri Nugroho saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Langkah preventif ini terpaksa diambil mengingat kendaraan berat masih kerap melintas di Jembatan Koncer. Di sisi lain, Jembatan Sentong di Nangkaan yang menjadi jalur alternatif utama kendaraan berat hingga kini masih dalam proses pembangunan.

Berdasarkan klasifikasi kelas jalan, Jembatan Koncer diperuntukkan bagi jalan Kelas III yang ditujukan untuk kendaraan roda empat atau angkutan kecil. Kendaraan roda dimuka atau armada besar dilarang melintas untuk mencegah risiko benturan dan getaran ekstrem pada struktur yang mengalami kerusakan.

Penempatan portal di bagian selatan direncanakan terpasang sebelum kawasan Riverside. Posisi ini dipilih agar pengemudi armada besar yang terlanjur melintas masih memiliki ruang untuk memutar balik sebelum mencapai badan jembatan.

“Kalau dipasang persis di tengah jembatan lalu ada kendaraan yang tersangkut, justru makin membahayakan masyarakat,” tambah Heri.

Untuk pengalihan arus, kendaraan roda enam ke atas dan bus diarahkan melewati rute alternatif. Armada besar dipatutkan memutar melalui Desa Bataan, lalu menuju kawasan Ringin, dan melintas di sekitar kawasan Pondok Pesantren Al-Maliki.

Saat ini, Forum Lalu Lintas bersama Dinas Komunikasi dan Informatika serta pihak Organda tengah mengintensifkan sosialisasi kepada pengusaha angkutan dan masyarakat.

Pemasangan portal fisik oleh Dinas PU diperkirakan dapat terealisasi paling cepat tujuh hari mendatang usai tahap koordinasi dan pemetaan teknis di lapangan usai.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai