9 dari 14 Jembatan di Kediri Telah Rampung, Buka Akses Warga dan Dukung Ekonomi Desa

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,13 Agustus 2026-Sebanyak sembilan dari total 14 titik pembangunan jembatan di wilayah Kodim 0809 Kediri telah rampung 100 persen dan kini resmi dapat dimanfaatkan masyarakat.

Keberadaan jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses antarwilayah, memperlancar mobilitas warga, hingga mendukung aktivitas perekonomian masyarakat desa.

Salah satu jembatan yang telah resmi beroperasi adalah Jembatan Perintis Garuda Merah Putih yang menghubungkan Desa Pandantoyo dan Desa Ngancar, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Jembatan tersebut diresmikan pada Kamis (13/8/2026) siang pukul 14.00 WIB, bersamaan dengan peresmian serentak sejumlah jembatan yang dilakukan Presiden.

Di Kabupaten Kediri sendiri terdapat dua titik yang turut diresmikan, yakni di Kecamatan Kandangan dan Kecamatan Ngancar.

Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah mengatakan, dari total 14 titik pembangunan jembatan di wilayah Kodim 0809 Kediri, sembilan jembatan telah selesai sepenuhnya.

“Sembilan titik sudah selesai 100 persen dan sudah bisa dimanfaatkan oleh warga masyarakat sekitar,” jelas Dhavid.

Sembilan jembatan tersebut terdiri atas empat jembatan beton, tiga jembatan perintis atau jembatan gantung, serta dua jembatan Aramco.

Menurut Dhavid, pembangunan jembatan akan terus dilakukan sepanjang masih terdapat kebutuhan masyarakat terhadap akses penghubung, baik antardesa maupun antarkecamatan.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya TNI Angkatan Darat membantu masyarakat dalam penyediaan infrastruktur. Pembangunan dilakukan secara swakelola dan padat karya dengan melibatkan warga di sekitar lokasi.

Dhavid menjelaskan, pembangunan jembatan tersebut merupakan program yang diperintahkan Presiden dan dilaksanakan melalui sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah serta masyarakat.

Secara nasional, terdapat 3.395 jembatan yang diresmikan. Jumlah tersebut terdiri dari 3.000 jembatan yang dibangun Angkatan Darat dan 395 jembatan yang dibangun Kepolisian.

“Program jembatan ini bukan proyek pemerintah, tapi ini merupakan pekerjaan kita atas perintah Presiden yang diberikan kepada kita dan warga masyarakat secara swakelola, padat karya. Jadi kita antara TNI dengan masyarakat,” tegasnya.

Dhavid menyebut pembangunan infrastruktur tersebut menggunakan pendekatan dari bawah ke atas atau bottom-up. Artinya, laporan dan usulan dari masyarakat menjadi salah satu dasar dalam menentukan kebutuhan pembangunan jembatan di suatu wilayah.

Karena itu, keberadaan jembatan diharapkan tidak sekadar menjadi akses fisik, tetapi mampu memberikan manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat, mulai dari memperlancar mobilitas hingga mendukung kegiatan ekonomi desa.

Selain pembangunan jembatan, Dhavid mengatakan TNI Angkatan Darat juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar masyarakat. Salah satunya penyediaan air bersih melalui pembangunan sumur bor maupun sistem pompa hidram.

“Air adalah sumber kehidupan, sehingga multiplier effect-nya ke depan kebutuhan air bisa untuk MCK, bisa untuk pertanian, perkebunan, itu berawal dari air,” tuturnya.

Khusus Jembatan Garuda Merah Putih, Dhavid berharap infrastruktur tersebut dapat memberikan dampak positif bagi sekitar 11 ribu warga di wilayah Desa Ngancar dan Pandantoyo, terutama dalam memperlancar hubungan sosial dan kegiatan perekonomian.

“Jembatan ini sudah ditunggu selama kurang lebih empat tahun. Kami berharap jembatan ini bermanfaat dan bisa dimanfaatkan untuk warga masyarakat. Tolong dijaga, ini milik warga masyarakat sekitar Ngancar,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau yang akrab disapa Mas Dhito mengatakan, keberadaan Jembatan Garuda Merah Putih menjadi akses penting bagi masyarakat Desa Pandantoyo dan Desa Ngancar, terutama untuk mendukung aktivitas usaha tani.

“Alhamdulillah hari ini diresmikan Jembatan Garuda Merah Putih yang menghubungkan antara Desa Pandantoyo dengan Desa Ngancar. Ini jembatan yang digunakan untuk usaha tani,” kata Mas Dhito.

Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai penghubung antarwilayah, tetapi juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap aktivitas perekonomian masyarakat. Terlebih, akses tersebut telah lama dinantikan warga.

Mas Dhito juga menyampaikan adanya usulan perbaikan ruas jalan sepanjang kurang lebih 450 meter yang disampaikan kepala desa. Pemkab Kediri akan membantu perbaikan tersebut melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK).

“Semoga jalan, jembatan yang sudah diresmikan ini bermanfaat. Dan tadi ada ruas kurang lebih 450 meter yang diminta oleh Bu Kades untuk diperbaiki, diperkuat. Kita akan berikan nanti, kita bantu, BKK sifatnya,” ucapnya.

 

 

 

Mungkin Anda Menyukai