Wisata Bromo Ditutup Total, Api Semakin Melebar, 3 Helikopter Dikerahkan untuk Water Bombing

www.LensaAktual.com.ǁJawaTimur,9 Agustus 2026-Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo semakin meluas. Api kini mulai merembet ke sisi utara B29, mengarah ke B30 hingga sisi bawah kaldera lautan pasir.

Kondisi ini membuat seluruh akses masuk kawasan wisata Gunung Bromo ditutup total mulai Sabtu (8/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyampaikan, penutupan dilakukan karena area yang terbakar semakin meluas. Bahkan saat ini dampak karhutla telah melahap lahan seluas 196 hektar.

Berdasarkan laporan terbaru pada Minggu (9/8/2026) pukul 06.36 WIB, api di kawasan JLKT telah padam. Namun, titik api masih ditemukan di sejumlah lokasi.

“Api mulai merembet ke sisi utara B29 mengarah ke B30 dan ke sisi bawah kaldera Lautan Pasir. Angin kencang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pemadaman. Kondisi tersebut membuat api semakin cepat menjalar ke sisi utara B29,” kata Gatot saat dikonfirmasi, Minggu (9/8/2026) pagi.

Karena kondisi kebakaran yang terus berkembang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) resmi menutup seluruh pintu masuk kawasan wisata Bromo.

Penutupan berlaku di seluruh akses masuk wisata Bromo, yakni Cemorolawang di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang. Penutupan dilakukan hingga waktu yang belum ditentukan.

Sementara itu, upaya pemadaman terus dilakukan tim gabungan dari darat maupun udara. BPBD Jatim bersama petugas gabungan melakukan pemadaman dari wilayah atas tebing dan bawah tebing.

Tak hanya mengandalkan pemadaman dari bawah, operasi pemadaman dari udara juga diperkuat dengan tiga unit helikopter. Tiga helikopter milik Pemprov Jatim, yakni PK-DAN, PK-DBM dan PK-DAP, dalam kondisi siap operasi atau serviceable untuk melaksanakan water bombing.

“Ketiga helikopter tersebut akan melanjutkan operasi water bombing hari ini. Sebelum operasi dimulai, tim akan melakukan briefing pagi pukul 07.00 WIB di Base Ops Abdul Rachman Saleh,” tegasnya.

Briefing dilakukan untuk menentukan koordinat sasaran operasi, memastikan kesiapan helikopter serta melihat visualisasi kondisi cuaca.

“Titik sasaran water bombing nantinya disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan. Tim akan memprioritaskan lokasi yang masih terdapat titik api dengan mempertimbangkan jarak pandang dan visibilitas,” terangnya.

Tim gabungan kini terus berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas, terutama dengan adanya ancaman penjalaran ke kawasan B29, B30 dan sisi bawah kaldera lautan pasir.

 

 

Mungkin Anda Menyukai